$type=grid$count=3$cate=0$rm=0$sn=0$au=0$cm=0 $show=home

Nasib Tukang Becak Kayuh di Tengah Gempuran Mobil Listrik

BAGIKAN:

Bagaimana nasib tukang becak kayuh saat mobil listrik mulai menjamur? Simak kisah perjuangan dan dilema transportasi tradisional di sini. Klik!

becak

Pemandangan jalanan kota besar kini mulai berubah drastis. Jika dahulu suara rantai sepeda becak menjadi musik latar di sudut-sudut pasar, kini kesunyian mesin mobil listrik yang elegan mulai mendominasi. Di balik kemajuan teknologi transportasi yang ramah lingkungan ini, terselip sebuah tanya besar: bagaimana nasib tukang becak kayuh di tengah gempuran mobil listrik yang kian masif?

Becak kayuh bukan sekadar alat transportasi; ia adalah simbol sejarah dan keringat kelas pekerja yang bertahan lintas zaman. Namun, ketika efisiensi dan teknologi menjadi panglima, para pengayuh becak ini terpaksa berhadapan dengan realita ekonomi yang semakin menghimpit.

becak1
Gambar1: ilustrasi Becak kayuh dimanfaatkan sebagai sarana wisata

Pergeseran Preferensi Penumpang Di Era Modern

Kehadiran mobil listrik yang nyaman, ber-AC, dan memiliki tarif yang pasti melalui aplikasi telah mengubah standar kenyamanan masyarakat. Hal ini menciptakan jurang pemisah yang lebar bagi transportasi tradisional.

  • Kecepatan vs Ketenangan: Di dunia yang bergerak cepat, becak kayuh dianggap terlalu lambat bagi mobilitas kaum urban yang dinamis.
  • Standar Kenyamanan: Penumpang kini lebih memilih kabin yang tertutup untuk menghindari polusi dan panas matahari, sesuatu yang tidak bisa ditawarkan oleh desain terbuka becak kayuh.
  • Kepastian Harga: Aplikasi transportasi online memberikan transparansi harga, sementara tarif becak masih menggunakan sistem tawar-menawar yang terkadang melelahkan bagi pelanggan generasi baru.
becak2
Gambar2: ilustrasi Aktivitas tukang becak mencerminkan perjuangan ekonomi

Dilema Ekonomi Dan Biaya Perawatan

Para tukang becak kayuh kini berada di titik nadir pendapatan harian. Sering kali, mereka harus menunggu berjam-jam di bawah terik matahari hanya untuk mendapatkan satu tarikan pelanggan dengan upah yang tidak seberapa.

Ironisnya, saat dunia membicarakan investasi baterai mobil listrik yang mahal, para tukang becak kesulitan hanya untuk sekadar mengganti ban atau memperbaiki rem yang aus. Ketidakmampuan untuk melakukan modernisasi menjadi hambatan struktural yang membuat mereka semakin terpinggirkan dari sistem transportasi kota yang modern.

Becak Kayuh Sebagai Wisata Dan Nostalgia

Meski terhimpit secara fungsional oleh perkembangan transportasi modern, nasib tukang becak kayuh di tengah gempuran mobil listrik masih menemukan secercah harapan di sektor pariwisata. Di sejumlah kota yang memiliki kawasan bersejarah dan budaya kuat, becak kayuh justru dipandang bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari identitas kota. Keberadaannya menjadi simbol kehidupan urban masa lalu yang masih bertahan di tengah arus modernisasi. Bagi sebagian daerah, becak kayuh kini difungsikan sebagai sarana wisata yang menawarkan pengalaman berbeda. Wisatawan dapat menikmati suasana kota dengan tempo lambat, memungkinkan mereka mengamati detail lingkungan sekitar yang sering terlewatkan jika menggunakan kendaraan bermotor.

Nilai Estetika Bagi Wisatawan

Wisatawan sering kali memilih becak kayuh bukan karena kecepatan atau efisiensi waktu, melainkan karena nilai pengalaman yang ditawarkan. Menyusuri kawasan kota tua, pasar tradisional, atau jalan sempit bersejarah dengan becak kayuh menghadirkan sensasi nostalgia yang kuat, seolah membawa penumpang kembali ke masa lalu. Kecepatan yang rendah juga memberikan keuntungan dari sisi visual dan fotografi. Wisatawan memiliki kesempatan lebih leluasa untuk mengambil gambar bangunan kolonial, aktivitas masyarakat lokal, hingga suasana jalanan yang khas. Interaksi langsung dengan pengayuh becak pun menjadi nilai tambah, karena wisatawan dapat mendengar cerita, sejarah lokal, atau sekadar berbincang santai selama perjalanan.

Upaya Pelestarian Kawasan Khusus

Untuk menjaga keberlangsungan becak kayuh, beberapa pemerintah daerah mulai mempertimbangkan pembentukan kawasan atau zona khusus. Di wilayah ini, hanya transportasi non-emisi dan ramah lingkungan seperti becak kayuh yang diizinkan beroperasi. Kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan alat transportasi tradisional, tetapi juga menjaga kualitas udara, ketenangan lingkungan, serta nilai historis kawasan. Langkah ini menjadi benteng pertahanan bagi para pengayuh becak agar tetap memiliki ruang hidup dan pasar yang jelas di tengah dominasi kendaraan listrik pribadi. Dengan dukungan kebijakan, promosi wisata, dan penataan kawasan yang tepat, becak kayuh berpotensi terus bertahan sebagai warisan budaya sekaligus sumber penghidupan yang layak bagi para pengemudinya.

Tantangan Adaptasi Di Usia Senja

Mayoritas pengayuh becak kayuh saat ini adalah kelompok lansia. Bagi mereka, beralih profesi atau mempelajari teknologi digital adalah tantangan yang sangat berat.

  • Keterbatasan Fisik: Mengayuh beban berat di usia tua menjadi beban kesehatan yang signifikan bagi para pengemudi becak.
  • Gap Teknologi: Kesulitan dalam menggunakan ponsel pintar menjadi penghalang utama bagi mereka untuk bergabung dalam ekosistem transportasi berbasis aplikasi.
  • Modal Usaha: Rendahnya pendapatan membuat mereka sulit mengakses modal untuk sekadar mempercantik armada agar lebih menarik minat penumpang.

Kesimpulan Perlu Regulasi Yang Inklusif

Modernisasi melalui kendaraan listrik memang solusi masa depan, namun kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan. Perlu ada regulasi yang menempatkan becak kayuh sebagai bagian dari warisan budaya agar mereka tidak benar-benar punah ditelan zaman.

Memahami nasib tukang becak kayuh di tengah gempuran mobil listrik mengingatkan kita bahwa di balik kemilau teknologi, ada sisi kemanusiaan yang membutuhkan kebijakan afirmatif dari pembuat kebijakan.


CREDIT

Penulis : keyla noviani

Gambar ilustrasi : Tanha Tamanna Syed , Thiago Oliveira , Djaja Suara dari Pexels

Referensi :
  • Kebijakan Transportasi Tradisional dan Penataan Kawasan Kota – Dinas Perhubungan
  • Kondisi Sosial Ekonomi Pekerja Sektor Informal Lansia – Kementerian Sosial RI
  • Perkembangan Kendaraan Listrik dan Dampaknya terhadap Transportasi Perkotaan
  • Pariwisata Berbasis Budaya dan Transportasi Tradisional

Komentar

Nama

event,27,infrastruktur,41,kesehatan,32,kuliner,33,tokoh,28,wawasan,35,wisata,32,
ltr
item
Media Kota: Nasib Tukang Becak Kayuh di Tengah Gempuran Mobil Listrik
Nasib Tukang Becak Kayuh di Tengah Gempuran Mobil Listrik
Bagaimana nasib tukang becak kayuh saat mobil listrik mulai menjamur? Simak kisah perjuangan dan dilema transportasi tradisional di sini. Klik!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4GeYt75J-0m8JrUUiybul8GmBuW28yutvXlzOQLSFGTH_Vncbp9aQC2eU4KEupmtVefX85OpwzbRwrqUwPQCGO7RCA2ooW2BoTYBrHcueNOGWDXB9K-vIg4MOzZpur9QKCvWphEDR19WVAc5N32f7GIaqaVk9nEORR-_Uxnn-sWvXEK3bsQE_hzu5Z3OV/s1600/becak.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4GeYt75J-0m8JrUUiybul8GmBuW28yutvXlzOQLSFGTH_Vncbp9aQC2eU4KEupmtVefX85OpwzbRwrqUwPQCGO7RCA2ooW2BoTYBrHcueNOGWDXB9K-vIg4MOzZpur9QKCvWphEDR19WVAc5N32f7GIaqaVk9nEORR-_Uxnn-sWvXEK3bsQE_hzu5Z3OV/s72-c/becak.webp
Media Kota
https://www.kota.or.id/2026/01/nasib-tukang-becak-kayuh-di-tengah-gempuran-mobil-listrik.html
https://www.kota.or.id/
https://www.kota.or.id/
https://www.kota.or.id/2026/01/nasib-tukang-becak-kayuh-di-tengah-gempuran-mobil-listrik.html
true
4623503411944417875
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi