$type=grid$count=3$cate=0$rm=0$sn=0$au=0$cm=0 $show=home

Rahasia di Balik Kokohnya Lawang Sewu Selama Satu Abad

BAGIKAN:

Penasaran kenapa Lawang Sewu tetap kokoh ratusan tahun? Ungkap rahasia arsitektur Belanda dan sistem pendingin alaminya di sini. Klik untuk baca!

lawangsewu

Lawang Sewu berdiri megah di jantung Kota Semarang sebagai saksi bisu sejarah perkeretaapian Indonesia. Meski telah berusia lebih dari seratus tahun, bangunan ini tetap tegak berdiri tanpa mengalami kerusakan struktur yang berarti. Banyak orang bertanya-tanya tentang rahasia di balik kokohnya Lawang Sewu yang mampu melewati berbagai zaman, perubahan fungsi, hingga cuaca ekstrem di pesisir utara Jawa.

Artikel ini akan mengupas tuntas teknik arsitektur jenius peninggalan Belanda, material kelas dunia yang digunakan, hingga sistem sirkulasi udara unik yang membuatnya tetap sejuk tanpa pendingin ruangan modern. Semua elemen ini bekerja sama menciptakan ketahanan bangunan yang luar biasa.

Arsitektur Tropis Adaptasi Belanda Jenius

Bangunan yang dirancang oleh arsitek Cosman Citroen ini menggunakan gaya arsitektur New Indies Style. Gaya ini merupakan adaptasi bangunan Eropa terhadap iklim tropis Indonesia yang panas dan lembap. Strategi arsitektur inilah yang menjadi fondasi utama ketahanan Lawang Sewu karena mengutamakan manajemen kelembapan sejak tahap rancangan.

Perancangnya sangat memahami bahwa kelembapan adalah musuh utama bangunan permanen di daerah tropis. Oleh karena itu, mereka menciptakan sistem yang memungkinkan seluruh komponen bangunan "bernapas" secara alami, sehingga material di dalamnya tidak mudah lapuk, retak, atau berjamur meski terpapar hujan dan panas bergantian.

Konsep Seribu Pintu Sirkulasi Udara

Meskipun namanya berarti "Seribu Pintu", jumlah pintu aslinya tidak mencapai angka tersebut. Namun, penggunaan pintu dan jendela tinggi yang sangat banyak memiliki tujuan teknis yang krusial untuk menjaga integritas struktur bangunan:

  • Ventilasi Silang: Udara dapat mengalir bebas dari satu sisi gedung ke sisi lainnya, mencegah penumpukan uap air di dalam tembok yang bisa melemahkan semen.
  • Pencahayaan Alami: Cahaya matahari masuk secara optimal ke setiap sudut ruangan, menjaga kelembapan tetap rendah dan membunuh spora jamur perusak kayu.
  • Pelepasan Panas: Langit-langit yang dibuat sangat tinggi membantu massa udara panas naik ke atas dan keluar melalui lubang angin di bawah atap, menjaga suhu dalam ruangan tetap stabil.

Sistem Pendingin Bawah Tanah Unik

Salah satu rahasia di balik kokohnya Lawang Sewu yang sering terlewatkan adalah keberadaan lorong bawah tanah yang berfungsi sebagai penampung air. Banyak yang mengira area ini hanya berfungsi sebagai ruang bawah tanah biasa, padahal fungsi aslinya adalah sebagai pengatur suhu bangunan secara pasif.

Lantai bawah tanah sengaja dirancang untuk diisi air dengan kedalaman tertentu. Air tersebut bertindak sebagai "pendingin alami" yang mendinginkan lantai di atasnya melalui proses konduksi dan penguapan. Kestabilan suhu yang dihasilkan mencegah material bangunan mengalami pemuaian dan penyusutan yang ekstrem, yang biasanya menjadi penyebab utama keretakan pada gedung tua.

lawangsewu
Gambar ilustrasi:Detail jendela dan pilar Lawang Sewu yang menunjukkan kekokohan material batu dan kayu.

Material Konstruksi Berkualitas Standar Eropa

Kekuatan Lawang Sewu juga terletak pada kualitas material yang didatangkan langsung dari Eropa maupun material lokal pilihan terbaik. Pada masa pembangunannya (1904-1907), pihak Belanda tidak berkompromi dalam memilih bahan konstruksi untuk kantor pusat perusahaan kereta api mereka (NIS).

Konstruksi utamanya menggunakan semen khusus dan batu bata merah berkualitas tinggi yang memiliki tingkat kepadatan maksimal. Selain itu, terdapat beberapa detail material yang menunjang kekokohannya:

  • Beton Tanpa Tulang Besi: Struktur utama menggunakan sistem lengkung bata yang kuat secara alami menahan beban gravitasi tanpa bergantung sepenuhnya pada besi yang rentan korosi akibat udara laut.
  • Kayu Jati Tua: Seluruh kusen pintu dan jendela menggunakan kayu jati pilihan yang tahan terhadap serangan rayap dan perubahan cuaca selama berabad-abad.
  • Kaca Patri Mewah: Selain estetika, kaca patri besar berfungsi sebagai peredam intensitas cahaya matahari langsung agar suhu material interior tetap terjaga.

Fondasi Tahan Gempa Dan Beban

Semarang memiliki karakteristik tanah yang cukup menantang karena merupakan wilayah pesisir dengan tanah yang cenderung lunak. Namun, Lawang Sewu terbukti sangat stabil terhadap getaran. Rahasianya terletak pada teknik fondasi rakit yang mampu membagi beban bangunan secara merata ke seluruh permukaan tanah.

Teknik ini memungkinkan bangunan tetap stabil meskipun terjadi pergeseran tanah kecil atau getaran akibat aktivitas perkotaan yang padat di sekitarnya. Hal inilah yang membuat dinding bangunan sangat jarang ditemukan retakan struktural yang dalam meski sudah berusia lebih dari satu abad.

Tips Merawat Bangunan Tua Bersejarah

Belajar dari Lawang Sewu, kita bisa memahami bahwa perawatan bangunan bersejarah memerlukan pendekatan khusus. Berikut adalah solusi praktis untuk menjaga bangunan tua agar tetap kokoh:

  • Cek Saluran Drainase: Pastikan air hujan mengalir sempurna dan tidak menggenang di dasar fondasi untuk menghindari pelapukan material semen bawah.
  • Gunakan Material Berpori: Hindari menambal tembok tua dengan semen modern yang terlalu kedap air, karena bisa menyebabkan retakan akibat perbedaan tekanan uap air di dalam tembok.
  • Jaga Sirkulasi Udara: Jangan menutup ventilasi alami bangunan tua dengan sekat permanen yang dapat memerangkap kelembapan di dalam ruangan.

Warisan Budaya Dan Ekonomi Kreatif

Kekokohan Lawang Sewu kini membawa manfaat ekonomi besar bagi Kota Semarang melalui sektor pariwisata. Bangunan ini bukan lagi sekadar kantor tua, melainkan pusat edukasi sejarah dan arsitektur bagi generasi muda. Restorasi yang dilakukan secara berkala oleh PT KAI terbukti berhasil karena tetap mempertahankan keaslian material dan fungsi sirkulasi udaranya.


Komentar

Nama

event,27,infrastruktur,40,kesehatan,32,kuliner,33,tokoh,27,wawasan,33,wisata,32,
ltr
item
Media Kota: Rahasia di Balik Kokohnya Lawang Sewu Selama Satu Abad
Rahasia di Balik Kokohnya Lawang Sewu Selama Satu Abad
Penasaran kenapa Lawang Sewu tetap kokoh ratusan tahun? Ungkap rahasia arsitektur Belanda dan sistem pendingin alaminya di sini. Klik untuk baca!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDbp8H9R5OLnRaFkVolq9mJZxAX8RVGlERTx-Ti0PL2FdARvmKAkI3Hz8IjXmGx53oufhrMebPCFTjHBU7Gx77SxCpxDVj33f5R7HXyREt18yFRYTFCxP92bpg-Jj2v2JpazbJdmqPmU4UnhTP2G2eoZppy_DB6pkxnEAqPcvp-PMz8cK023K8Nd8tHNv2/s1600/lawangsewu.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDbp8H9R5OLnRaFkVolq9mJZxAX8RVGlERTx-Ti0PL2FdARvmKAkI3Hz8IjXmGx53oufhrMebPCFTjHBU7Gx77SxCpxDVj33f5R7HXyREt18yFRYTFCxP92bpg-Jj2v2JpazbJdmqPmU4UnhTP2G2eoZppy_DB6pkxnEAqPcvp-PMz8cK023K8Nd8tHNv2/s72-c/lawangsewu.webp
Media Kota
https://www.kota.or.id/2026/01/rahasia-di-balik-kokohnya-lawang-sewu-selama-satu-abad.html
https://www.kota.or.id/
https://www.kota.or.id/
https://www.kota.or.id/2026/01/rahasia-di-balik-kokohnya-lawang-sewu-selama-satu-abad.html
true
4623503411944417875
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi