Banjir melumpuhkan Jalan Pantura Sayung Demak dan mengganggu arus transportasi nasional. Simak dampak dan harapan solusinya di sini!
Banjir kembali melanda wilayah pesisir utara Jawa Tengah dan berdampak serius terhadap jalur transportasi nasional. Jalan Pantura Sayung di Kabupaten Demak menjadi salah satu titik terparah akibat genangan air yang tak kunjung surut. Kondisi ini mengganggu mobilitas warga dan melumpuhkan arus lalu lintas antarprovinsi di Pulau Jawa.
Jalan Pantura merupakan urat nadi perekonomian nasional. Setiap hari ribuan kendaraan melintas, mulai dari kendaraan pribadi hingga truk logistik. Ketika banjir merendam jalur ini, distribusi barang dan jasa ikut terdampak secara regional maupun nasional.
Banjir Menggenangi Sejak Dini Hari
Genangan air mulai terpantau sejak dini hari setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Demak dan sekitarnya. Curah hujan tinggi, sistem drainase yang buruk, serta kondisi wilayah dataran rendah menyebabkan air meluap ke badan jalan.
Menurut warga, air mulai naik sekitar pukul 02.00 WIB dan terus bertambah hingga pagi hari. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai 30–50 sentimeter sehingga kendaraan kecil dan sepeda motor tidak dapat melintas.
Arus Lalu Lintas Lumpuh
Akibat genangan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Pantura Sayung lumpuh hampir total. Kendaraan dari arah Semarang maupun Demak terpaksa berhenti atau mencari jalur alternatif. Antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer.
Kendaraan Mogok dan Kerugian Warga
Banyak kendaraan mogok akibat nekat menerobos banjir. Pengendara mengalami kerugian materi, keterlambatan kerja, serta kelelahan akibat terjebak banjir selama berjam-jam.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Lumpuhnya Jalan Pantura berdampak pada distribusi logistik dan aktivitas ekonomi. Pasokan barang terlambat, pedagang mengalami penurunan omzet, dan warga sekitar turut terdampak karena permukiman ikut tergenang.
Upaya Penanganan Pemerintah
Petugas kepolisian, BPBD, dan pemerintah daerah turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas, mengerahkan pompa air, serta memberikan bantuan kepada warga terdampak. Masyarakat diimbau mencari jalur alternatif dan menunda perjalanan bila tidak mendesak.
Harapan Solusi Jangka Panjang
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi permanen, seperti perbaikan drainase, pembangunan tanggul, normalisasi sungai, serta penataan wilayah pesisir agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Penutup
Banjir di Jalan Pantura Sayung kembali menjadi pengingat pentingnya penanganan banjir yang berkelanjutan. Tanpa langkah konkret, jalur nasional ini akan terus menjadi titik rawan yang merugikan masyarakat luas.
Gambar oleh Charles dari PixabayCredit
Penulis: Keyla Noviani
Gambar: :pixabay
Referensi: Pemerintah Daerah setempat

Komentar